Piala Dunia 2026: Paul Scholes Minta Tuchel Coret Declan Rice dari Starting XI Inggris saat Hadapi Kongo, Ini Alasannya

Legenda Manchester United, Paul Scholes, melontarkan pendapat yang memicu perdebatan menjelang laga Inggris kontra DR Kongo pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Menurutnya, pelatih Thomas Tuchel sebaiknya tidak memasukkan Declan Rice ke susunan pemain inti.

Rice absen ketika Inggris mengalahkan Panama 2-0. Gelandang Arsenal itu tidak dimainkan karena faktor kebugaran sekaligus sudah mengoleksi satu kartu kuning setelah mendapat kartu saat menghadapi Ghana.

Meski begitu, Rice diperkirakan akan kembali menjadi starter pada laga fase gugur. Pengalamannya dinilai penting dalam pertandingan yang wajib dimenangi Inggris.

Namun, Scholes memiliki pandangan berbeda. Mantan gelandang Timnas Inggris itu menilai The Three Lions tidak perlu memainkan dua gelandang bertahan saat menghadapi DR Kongo.

Ulasan Scholes
Berbicara dalam program “The Good, The Bad & The Football”, Scholes menyebut Elliot Anderson lebih layak mendapat kesempatan bermain sejak menit pertama.

“Inggris tidak perlu memainkan dua gelandang bertahan pada pertandingan berikutnya,” kata Scholes.

“Dengan segala hormat kepada Kongo, dalam pertandingan seperti itu Anda harus memainkan sebanyak mungkin pemain menyerang. Menurut saya, pilihannya tinggal antara Declan Rice atau Elliot Anderson, dan saya akan memilih Anderson,” tambahnya.

Scholes menilai Anderson memiliki kemampuan lebih baik dalam mengalirkan bola ke depan.

“Saya pikir dia akan lebih sering mengoper bola ke depan. Lihat saja Rice di Arsenal. Dia pemain hebat dan pemimpin yang luar biasa, saya paham itu. Hampir setiap saat Anda tentu ingin dia ada di tim.”

“Tetapi, Arsenal juga tidak memainkan sepak bola yang terlalu bagus musim lalu, bukan? Rice tidak mampu membuat Martin Odegaard lebih terlibat dalam permainan. Mungkin hal itu juga terbawa ke tim Inggris. Saya rasa itu tidak akan terjadi jika Anderson yang bermain,” ulas Scholes.

PR Tuchel
Pendapat Scholes muncul di tengah sorotan terhadap permainan Inggris.

Reuters melaporkan bahwa meski menjadi juara grup, tempo permainan yang lambat serta minimnya kreativitas masih menjadi pekerjaan rumah bagi skuad asuhan Thomas Tuchel.

Di sisi lain, Anderson tampil cukup menjanjikan ketika dipercaya bermain bersama Jude Bellingham saat menghadapi Panama.

Penampilan itu dinilai memberi Tuchel tambahan opsi untuk menentukan komposisi lini tengah pada laga melawan DR Kongo.

 

Sumber: Caught Offside

Jangan Lewatkan Laporan Eksklusif dari AS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *