Final Piala Dunia 2026: Spanyol Kejar Rekor Jerman, Argentina Ogah 3 Kali Sial

Spanyol dan Argentina bertemu di partai puncak Piala Dunia 2026, Senin (20/7/2026) pukul 02.00 WIB, di kawasan New Jersey–New York. Duel dua kekuatan besar ini menjadi penentu siapa yang menguasai panggung sepak bola dunia musim ini.

Juara Eropa tersebut kembali ke final pertama sejak 2010 usai menaklukkan Prancis di babak semifinal. Dengan modal itu, Spanyol masuk daftar favorit untuk merebut trofi.

Di sisi lain, Argentina sebagai juara bertahan menjaga kans untuk meraih gelar dunia kedua secara beruntun. Mereka melaju ke final setelah menang 2-1 atas Inggris melalui comeback dramatis di semifinal.

Taruhannya jelas. Spanyol membidik status negara Eropa kedua yang mampu menjuarai Piala Dunia di Benua Amerika, sementara Argentina mengejar capaian langka back-to-back serta berupaya menghindari bayang-bayang 1990 dan 2014.

Jadwal dan Jalan Kedua Tim ke Final
Partai final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina digelar di New Jersey–New York pada Senin (20/7/2026) pukul 02.00 WIB. Laga ini menjadi puncak dari rangkaian turnamen yang menghadirkan banyak momen besar.

Spanyol, yang berstatus juara Eropa, memastikan tempat di final usai menyingkirkan Prancis di semifinal. Keberhasilan ini menandai final pertama mereka sejak 2010, mempertegas kebangkitan di panggung global.

Argentina menapak ke laga puncak setelah menang 2-1 atas Inggris. Kemenangan itu hadir lewat skenario comeback, menegaskan mentalitas juara yang mereka bawa sebagai pemegang gelar bertahan.

Spanyol Membidik Rekor Jerman di Benua Amerika
Spanyol berpeluang mencatat sejarah sebagai negara Eropa kedua yang mampu mengangkat trofi Piala Dunia di Benua Amerika. Sejauh ini, prestasi tersebut hanya pernah diraih oleh Jerman pada edisi 2014.

Pada turnamen di Brasil 2014, Jerman mengalahkan Argentina 1-0 di final melalui gol tunggal Mario Götze pada babak perpanjangan waktu. Partai puncak saat itu berlangsung di Stadion Maracanã, Rio de Janeiro.

Sebelum final 2014, Jerman menyingkirkan tuan rumah Brasil dengan skor 7-1 di semifinal. Pencapaian itu menjadi rujukan sejarah yang kini dibidik Spanyol, yang tengah berada di final pertamanya sejak 2010 setelah menaklukkan Prancis di empat besar.

Misi Argentina Pertahankan Gelar dan Bayangan 1990
Argentina mengusung misi mempertahankan gelar Piala Dunia, pencapaian yang sangat jarang terjadi. Sepanjang sejarah, hanya dua negara yang sukses melakukannya: Italia dan Brasil.

Italia menjadi yang pertama, menjuarai Piala Dunia 1934 di kandang sendiri usai mengalahkan Cekoslowakia 2-1, lalu kembali juara pada 1938 di Prancis setelah menundukkan Hungaria 4-2. Empat pemain—Giovanni Ferrari, Guido Masetti, Giuseppe Meazza, dan Eraldo Monzeglio—tercatat menjadi bagian skuad di kedua edisi tersebut.

Brasil menyusul sebagai tim kedua yang sanggup back-to-back. Mereka menjuarai Piala Dunia 1958 di Swedia dengan mengalahkan tuan rumah 5-2, lalu mempertahankan gelar pada 1962 di Chile setelah menang 3-1 atas Cekoslovakia. Meski Pelé cedera pada awal turnamen 1962, Garrincha mengambil peran penting, dan 14 pemain dari skuad 1958 tetap bertahan di skuad 1962.

Final 2026 juga menghadirkan kemiripan dengan edisi 2014 dan 1990. Pada 1990 di Italia, Argentina yang berstatus juara bertahan kala itu kalah 0-1 dari Jerman Barat. Laga berlangsung pada 8 Juli 1990 di Stadio Olimpico, Roma, dan ditentukan oleh penalti Andreas Brehme pada menit ke-85.

Keterlibatan Argentina di final 2014—ketika Jerman menjuarai turnamen di Brasil—serta kekalahan di 1990, menjadi konteks historis yang menyertai upaya mereka mempertahankan gelar pada duel di New Jersey–New York kali ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *