Jelang Vs Juventus di Liga Italia, Gian Piero Gasperini Komentari Fakta AS Roma Kesulitan Dapat 3 Poin Hadapi Tim Besar
Laga menarik penentu persaingan tembus zona Liga Champions tersaji di Liga Italia 2025/2026 saat AS Roma menjamu Juventus di Olimpico hari Senin (02/03/2026) dini hari WIB.
Jelang laga ini, AS Roma ada di urutan empat dengan catatan 50 poin atau unggul empat poin dari Juventus yang kini ada di posisi enam.
Namun ada statistik menarik sepanjang Serie A 2025/2026, di mana AS Roma kesulitan dapat tiga poin setiap kali bertemu tim papan atas.
Pada pertemuan pertama di Allianz Arena, AS Roma harus takluk dengan skor 1-2 dari Si Nyonya Tua. Ditanya soal statistik buruk ini, Gian Piero Gasperini menyebut I Giallorossi berusaha terus berkembang.
“Baru-baru ini kami bermain imbang dengan Napoli dan Milan, sayangnya kami kalah di pertemuan pertama. Kita lihat besok,” Gasperini menuturkan.
“Di pertandingan lain, misalnya melawan Como, yang tidak jauh di belakang kami, atau melawan Bologna, kami tidak selalu kalah, jika tidak, kami tidak akan berada di posisi ini di klasemen,” tambahnya.
Ditentukan oleh Detail Kecil
Gian Piero Gasperini menyebut tipe pertandingan seperti AS Roma kontra Juventus sering ditentukan oleh detail kecil.
“Jelas bahwa mungkin kami kehilangan kemenangan melawan salah satu tim yang begitu dekat, begitu dekat dengan kami, tetapi kita tidak boleh memikirkan itu besok,” Gasperini mengungkapkan.
“Kita perlu memikirkan bagaimana kita menafsirkan pertandingan, karena pada tingkat pribadi dan tim, jenis pertandingan ini seringkali seimbang. Terkadang detail terkecil yang pada akhirnya mengubah hasilnya,” lanjut eks pelatih Atalanta itu.
Jalur ke Liga Champions
AS Roma sejatinya punya kans lain untuk tembus Liga Champions dengan memenangkan Liga Europa, di mana I Giallorossi bertemu Bologna pada babak 16 besar.
Ketika ditanya apakah Gasperini lebih menginginkan tembus zona Liga Champions melalui jalur finis empat besar Liga Italia atau juara Liga Europa ia menjawab: “Sulit untuk membuat prediksi seperti itu. Saat ini, kita harus tetap berada di tengah persaingan.”
“Tiga bulan mungkin tampak seperti waktu yang singkat, tetapi itu waktu yang lama. Kita harus berusaha untuk kompetitif di liga, mencapai hasil terbaik, dan tetap berada di Liga Europa.”
“Ketika pertandingan-pertandingan penting tiba, baik untuk liga maupun untuk Eropa, kita harus siap dan memposisikan diri sebaik mungkin,” tambahnya.
