Lolos ke Piala Dunia 2026, Skuad Kongo Dapat Bonus Uang, Tanah, dan Mobil, Janji Bikin Ronaldo Menangis
Timnas Republik Demokratik Kongo bersiap menerima hadiah luar biasa setelah memastikan diri lolos ke Piala Dunia 2026. Keberhasilan bersejarah ini langsung mendapat apresiasi besar dari pemerintah.
Kepastian lolos didapat setelah Kongo menorehkan hasil impresif, termasuk kemenangan atas Kamerun dan Nigeria, sebelum akhirnya mengalahkan Jamaika lewat babak tambahan waktu dalam laga play-off antarkonfederasi, 31 Maret lalu.
Gol penentu dicetak oleh mantan bek Manchester United, Axel Tuanzebe.
Ini menjadi penampilan pertama Kongo di Piala Dunia dalam 52 tahun terakhir. Terakhir kali mereka tampil adalah pada 1974 di Jerman Barat, saat masih bernama Zaire, yang kala itu mencatat sejarah sebagai tim Afrika Sub-Sahara pertama yang tampil di turnamen tersebut.
Target Lebih Tinggi
Sebagai bentuk penghargaan, seluruh skuad langsung kembali ke ibu kota Kinshasa untuk menghadiri seremoni khusus yang digelar Presiden Felix Tshisekedi.
Dalam acara tersebut, Tshisekedi mengumumkan hadiah yang sangat besar: setiap pemain akan menerima satu unit mobil Jeep baru, bonus uang tunai, serta sebidang tanah.
Tak hanya memberikan penghargaan, Tshisekedi juga menegaskan ambisinya agar keberhasilan ini tidak menjadi pencapaian sesaat.
“Mulai sekarang, partisipasi di Piala Dunia harus menjadi hal yang rutin,” ujarnya dalam seremoni tersebut.
Tekad “Berani”
Di putaran final nanti, Kongo akan memulai perjalanan mereka dengan menghadapi Portugal, yang diperkuat Cristiano Ronaldo setelah hukuman larangan bertandingnya dicabut oleh FIFA.
Selanjutnya, mereka juga akan berjumpa Kolombia dan Uzbekistan di fase grup.
Menteri Olahraga Republik Demokratik Kongo, Didier Bodimbo, memberikan pernyataan keras terkait pertemuan kontra Portugal.
“Lolos ke Piala Dunia bukanlah hal mudah. Kami berjuang keras,” ujar Boodembo.
“Dalam pertandingan pertama kami di Piala Dunia 2026, Cristiano Ronaldo akan menangis,” katanya berapi-api.
Makna Pencapaian
Kapten Timnas Congo, Chancel Mbemba, menegaskan betapa besar arti pencapaian ini, bukan hanya bagi negaranya, tetapi juga untuk Afrika secara keseluruhan.
“Ini mimpi yang menjadi kenyataan. Kami bekerja keras dan membuat banyak pengorbanan,” kata Mbemba.
“Kami melalui banyak kesulitan, kami berjuang untuk lolos demi seluruh rakyat Kongo dan seluruh negara Afrika. Kami bangga.”
“Sekarang kami bisa mengatakan bahwa kami akan bermain di Piala Dunia,” lanjutnya.
Kisah Unik di Balik Tim Kongo
Partisipasi ini juga menjadi momen spesial bagi sosok unik, Michel Kuka Mboladinga, yang dikenal luas karena kebiasaannya berdiri tegak dengan satu tangan terangkat sepanjang pertandingan.
Aksinya sempat viral saat Piala Afrika 2025, terutama ketika pemain Aljazair, Mohamed Amoura, tidak memahami makna di balik tradisi tersebut.
Mboladinga melakukan gestur itu sebagai bentuk penghormatan kepada Patrice Lumumba, perdana menteri pertama Kongo setelah merdeka dari Belgia.
Kini, dengan tiket ke Piala Dunia di tangan, kisah Kongo tak hanya soal prestasi di lapangan, tetapi juga tentang sejarah, kebanggaan, dan identitas sebuah bangsa.
