3 Bintang Real Madrid, Termasuk Mbappe, Terseret Polemik Politik di Spanyol Gara-Gara Kaus Solidaritas

Kylian Mbappe, Vinicius Jr, dan Ibrahima Konate menjadi sorotan setelah tidak mengenakan kaus solidaritas untuk masyarakat Ceuta sebelum pertandingan Real Madrid melawan Elche di La Liga, Rabu (16-9-2026) dini hari WIB.

Seluruh pemain yang tampil dalam pertandingan tersebut sebelumnya diminta mengenakan kaus bertuliskan “Todos somos caballas”, yang berarti “kita semua adalah mackerel”.

Mackerel merupakan julukan bagi penduduk Ceuta.

Ceuta merupakan wilayah enklave Spanyol di pesisir Afrika Utara. Kawasan tersebut menjadi pusat kekerasan setelah sekitar 80.000 migran melintasi perbatasan dari Maroko pada Juli lalu.

Kampanye mengenakan kaus solidaritas itu merupakan bagian dari inisiatif La Liga. Mayoritas klub ikut mengenakannya, tetapi Barcelona tidak berpartisipasi.

Di pertandingan Elche kontra Real Madrid, seluruh pemain Elche serta delapan starter Madrid terlihat mengenakan kaus tersebut sebelum laga dimulai. Namun, Mbappe, Vinicius, dan Konate memilih mengenakannya dengan cara berbeda.

Ketiganya menggulung bagian bawah kaus hingga hanya menutupi separuh badan. Akibatnya, tulisan solidaritas yang tertera pada pakaian tersebut tidak terlihat.

Sikap tersebut kemudian memunculkan kritik dari sejumlah politikus Spanyol. Mereka menilai tindakan para pemain Real Madrid tersebut menunjukkan sikap tidak menghormati Spanyol.

Juru bicara partai populis Vox, Jose Maria Figaredo, mengatakan ketiga pemain tersebut bebas menentukan isu yang ingin mereka dukung. Namun, menurutnya, masyarakat Spanyol juga berhak merasa tersinggung.

“Ketiga pemain ini sepenuhnya bebas melakukan dan membela tujuan apa pun yang mereka inginkan. Namun, rakyat Spanyol juga sepenuhnya bebas merasa marah terhadap tiga jutawan yang tinggal di Spanyol, tetapi kemudian tidak mendukung rakyat Spanyol,” ujar Figaredo.

Tanggapan Pemerintahan Sosialis
Dukung Kebebasan Pemain
Di sisi lain, Real Madrid tetap memberikan dukungan kepada para pemainnya di tengah polemik tersebut.

Sumber internal klub menyatakan Madrid sebelumnya menyetujui permintaan Elche untuk mengenakan kaus sebagai bentuk solidaritas.

Namun, klub juga disebut menghormati pendapat individu dan memberikan kebebasan kepada setiap pemain untuk memutuskan apakah mereka ingin ikut mengenakan kaus tersebut.

Di pertandingan itu, Real Madrid berhasil mengalahkan Elche dengan skor 3-2. Carlos Espi menjadi penentu kemenangan lewat gol pada masa tambahan waktu.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *