Ironi Karier Jadon Sancho: Pernah Bersinar di Dortmund dan Gabung MU, Kini Tak Ada yang Berminat

Karier Jadon Sancho terus mengalami kemunduran sejak meninggalkan Borussia Dortmund untuk bergabung dengan Manchester United pada 2021.

Di usia 26 tahun, winger asal Inggris itu kini berstatus tanpa klub dan bisa direkrut dengan status bebas transfer setelah kontraknya bersama Setan Merah berakhir. Namun, hingga kini ia belum menemukan pelabuhan baru.

Situasi tersebut menjadi kontras dengan perjalanan karier Sancho beberapa tahun lalu. Saat memutuskan meninggalkan akademi Manchester City demi bergabung dengan Borussia Dortmund, keputusan itu dianggap tepat karena memberinya kesempatan bermain reguler dan berkembang menjadi satu di antara talenta muda terbaik Eropa.

Pada musim terakhirnya bersama Dortmund, Sancho mencetak 16 gol dan menarik minat sejumlah klub besar sebelum akhirnya Manchester United menebusnya dengan nilai transfer 72 juta poundsterling. Namun, performa terbaiknya justru tidak pernah terulang di Old Trafford.

Perseteruan dengan Ten Hag
Hubungan Sancho dengan Erik ten Hag menjadi sorotan setelah sang pemain dicoret dari skuad Manchester United untuk laga melawan Arsenal pada September 2023. Ten Hag menyebut keputusan itu diambil berdasarkan performa Sancho saat berlatih.

“Berdasarkan performanya saat latihan kami tidak memilihnya. Di Manchester United Anda harus mencapai level tertentu setiap hari. Kami memiliki banyak pilihan di lini depan sehingga untuk pertandingan ini dia tidak dipilih,” kata Ten Hag, seperti dikutip dari Mirror, Rabu (5/8/2026).

Sancho kemudian membantah pernyataan tersebut melalui media sosial dan mengaku dijadikan “kambing hitam”. Perselisihan itu berujung pada tersingkirnya Sancho dari skuad utama dan membuatnya menjalani beberapa masa peminjaman.

Menurut laporan tersebut, Ten Hag bukan pelatih pertama yang mengkritik sikap Sancho. Saat masih membela Borussia Dortmund, pelatih Lucien Favre juga pernah mengakui harus bersikap tegas terhadap pemain tersebut.

Direktur olahraga Dortmund, Sebastian Kehl, bahkan pernah menegurnya setelah Sancho terlambat kembali dari tugas bersama tim nasional.

“Seperti setiap pemain lainnya, dia harus tahu bahwa sehebat apa pun Anda, tetap ada batasnya,” ujar Kehl.

Kehl menegaskan semua pemain harus mematuhi aturan yang berlaku di Dortmund.

“Ada aturan yang berlaku untuk semua pemain di klub ini. Sepak bola adalah olahraga tim. Anda harus konsisten dan terkadang kami harus mengambil keputusan sulit demi kepentingan kelompok,” tambahnya.

 

Dulu Jadi Rebutan, Kini Minim Peminat
Menurut sumber tersebut, daftar pelatih yang memilih tidak mempertahankan Sancho terus bertambah. Unai Emery hanya memberinya kesempatan bermain secara terbatas di Aston Villa sebelum memutuskan tidak mempermanenkan statusnya.

Chelsea di bawah asuhan Enzo Maresca bahkan disebut rela membayar penalti agar tidak wajib merekrut Sancho secara permanen.

Situasi Sancho juga sempat menjadi perhatian setelah ia berlatih bersama Flixton FC, klub kasta ke-10 Liga Inggris. Klub tersebut sampai mengeluarkan pernyataan resmi untuk meluruskan kabar yang beredar.

“Untuk memperjelas, Jadon tidak menjalani trial bersama klub dan tidak terlibat dalam pembicaraan transfer apa pun,” tulis Flixton FC melalui media sosialnya.

Pada musim pertamanya bersama Manchester United, Sancho hanya mencetak tiga gol di Premier League. Ole Gunnar Solskjaer, pelatih yang merekrutnya ke Old Trafford, sempat yakin pemain tersebut akan berkembang menjadi bintang. Namun, prediksi itu tidak pernah menjadi kenyataan.

Sancho memang sempat kembali menunjukkan kualitasnya saat dipinjamkan ke Borussia Dortmund pada 2024. Ia berperan penting membawa klub Bundesliga tersebut melaju hingga final Liga Champions, termasuk tampil impresif saat menyingkirkan Paris Saint-Germain di semifinal.

Namun, menurut sumber tersebut, penampilan itu hanya menjadi kilasan sesaat. Dua tahun kemudian, Sancho kembali berada di pasar transfer sebagai pemain bebas transfer, tetapi belum ada klub yang menunjukkan minat serius untuk merekrutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *