Gerry Cardinale dan Ibrahimovic Siapkan Revolusi di AC Milan, Xavi Hernandez dan Andoni Iraola Masuk Daftar Kandidat Pelatih
AC Milan bersiap memasuki era baru setelah musim 2025/2026 berakhir dengan kegagalan besar. Pemilik Milan, Gerry Cardinale, dan juga penasihat klub, Zlatan Ibrahimovic, sudah menggelar pertemuan untuk membahas masa depan klub.
Musim ini benar-benar zonk bagi I Rossoneri. Selain gagal merengkuh satu pun trofi juara, AC Milan juga tak mampu finis di posisi empat besar dan meraih tiket ke Liga Champions musim depan.
Milan sebenarnya hanya membutuhkan hasil imbang melawan Cagliari pada laga terakhir Serie A musim ini, demi mengamankan tiket ke Liga Champions 2026/2027. Situasi juga menguntungkan AC Milan, karena Cagliari sudah memastikan diri aman dari degradasi.
I Rossoneri mengawali pertandingan dengan baik. Mereka berhasil unggul lebih dulu lewat aksi Alexis Saelemaekers pada menit ke-2, setelah memanfaatkan umpan dari Santiago Gimenez.
Namun selepas itu, Milan kerepotan meladeni permainan tim tamu. Saat duel memasuki menit ke-20, Cagliari berhasil menyamakan kedudukan berkat gol dari Gennaro Borrelli.
Pada menit ke-57, gawang AC Milan kembali dibobol Cagliari dan tertinggal 1-2. Bola hasil sundulan Juan RodrÃguez dari jarak dekat, tak mampu dihentikan kiper Milan, Mike Maignan.
Sampai duel rampung, tidak ada gol tambahan yang tercipta dan AC Milan pun takluk 1-2 dari Cagliari.
Pecat Allegri dan 3 Petinggi Klub
Hasil kurang oke tersebut membuat AC Milan terlempar dari empat besar atau zona Liga Champions. Milan menempati peringkat kelima dengan nilai 70, digusur Como yang naik ke tempat keempat dengan mendulang 71 poin.
Como akhirnya berhak mendapatkan tiket berlaga di Liga Champions musim depan karena berhasil melumat Cremonese dengan skor 4-1 pada pekan terakhir Serie A.
Kegagalan lolos ke Liga Champions disebut memicu kemarahan besar dari owner RedBird Capital Partners, Gerry Cardinale, yang merupakan pemilik saham mayoritas AC Milan.
Cardinale akhirnya memutuskan mendepak pelatih Massimiliano Allegri, CEO Giorgio Furlani, direktur teknis Geoffrey Moncada, serta direktur olahraga Igli Tare secara bersamaan.
Kini, Milan mulai fokus mencari sosok pelatih baru untuk musim 2026/2027.
Ibrahimovic Ingin Pelatih dengan Filosofi Jelas
Meski nama Antonio Conte sempat santer dikaitkan dengan Milan, laporan terbaru menyebut eks pelatih Napoli itu bukan prioritas utama. Zltan Ibrahimovic disebut menginginkan sosok pelatih dengan karakter ala Cesc Fabregas.
Artinya, Milan sedang mencari pelatih modern dengan filosofi permainan yang jelas, mampu membangun identitas tim, dan mengejar kemenangan lewat kualitas permainan, bukan sekadar hasil instan.
Konsep tersebut dianggap cocok untuk proyek jangka panjang Milan.
Xavi dan Iraola Masuk Kandidat
Beberapa nama pelatih kini masuk radar AC Milan. Yang paling menonjol adalah Xavi Hernandez dan Andoni Iraola.
Saat ini, Xavi masih menganggur setelah meninggalkan Barcelona pada Juni 2024. Sementara itu, Iraola baru saja berpisah dengan Bournemouth dan dinilai cocok dengan gaya sepak bola progresif yang diinginkan AC Milan.
Selain dua nama tersebut, ada pula Mark van Bommel dan mantan pelatih Juventus, Thiago Motta, yang kabarnya cukup disukai Ibrahimovic.
Adapun Vincenzo Italiano dan Raffaele Palladino masih berada di lapis kedua daftar kandidat.
Rafael Leao Masuk Daftar Jual
Tak hanya kursi pelatih yang berubah, Milan juga siap merombak skuad secara besar-besaran. Nama paling mengejutkan adalah Rafael Leao.
Winger asal Portugal itu dikabarkan akan dimasukkan ke daftar jual dengan target pemasukan sekitar 50 juta euro. Leao bukan satu-satunya pemain besar yang terancam pergi.
Milan juga disebut siap mendengarkan tawaran untuk beberapa pemain lain, termasuk Christian Pulisic, Christopher Nkunku, dan Santiago Gimenez.
Sementara itu, striker Niclas Fullkrug dipastikan tidak akan dipermanenkan dan dipulangkan ke West Ham United. Milan juga dikabarkan terus memantau situasi Adrien Rabiot pada bursa transfer musim panas.
Revolusi Total Demi Bangkit
AC Milan sadar kegagalan musim ini tidak bisa diselesaikan dengan perubahan kecil. Oleh karena itu, revolusi total menjadi pilihan utama.
Namun, berbeda dari proyek-proyek sebelumnya yang kerap berjalan setengah hati, Milan kali ini disebut ingin membangun arah klub dengan visi yang lebih solid dan satu suara.
Kini pertanyaan besarnya adalah apakah revolusi besar ini akan membawa AC Milan kembali berjaya, atau justru membuka babak baru penuh ketidakpastian di San Siro?
